Semua organisme hidup dapat dipilah menjadi satu dari dua kelompok tergantung pada struktur dasar sel mereka: prokariot dan eukariot. Prokariota adalah organisme yang terdiri dari sel yang tidak memiliki inti sel atau organel yang dilapisi membran. Eukariota adalah organisme yang terdiri dari sel-sel yang memiliki nukleus terikat-membran yang memegang materi genetik serta organel yang terikat-membran.

Memahami Sel dan Membran Sel

Sel adalah komponen fundamental dari definisi modern kita tentang kehidupan dan makhluk hidup. Sel dianggap sebagai blok bangunan dasar kehidupan dan digunakan dalam definisi yang sulit dipahami tentang apa artinya menjadi “hidup.”

Sel menjaga proses kimia tetap rapi dan terkotak sehingga proses sel individu tidak mengganggu orang lain dan sel dapat melakukan urusan metabolisme, mereproduksi, dll. Untuk mencapai hal ini, komponen sel tertutup dalam membran yang berfungsi sebagai penghalang antara bagian luar dunia dan kimia internal sel. Membran sel adalah penghalang selektif, artinya memungkinkan beberapa bahan kimia masuk dan lainnya keluar. Dengan melakukan hal itu, ia menjaga keseimbangan kimia yang diperlukan sel untuk hidup.

Membran sel mengatur penyeberangan bahan kimia masuk dan keluar dari sel dalam tiga cara termasuk:

  • Difusi (kecenderungan molekul terlarut untuk meminimalkan konsentrasi dan dengan demikian bergerak dari area konsentrasi yang lebih tinggi menuju area konsentrasi yang lebih rendah hingga konsentrasi menyamakan)
  • Osmosis (pergerakan pelarut melintasi batas selektif untuk menyamakan konsentrasi zat terlarut yang tidak dapat bergerak melintasi batas)
  • Transportasi selektif (melalui saluran membran dan pompa membran)

Sel Prokariotik

Prokariota adalah organisme yang terdiri dari sel yang tidak memiliki inti sel atau organel yang dilapisi membran. Ini berarti DNA materi genetik pada prokariota tidak terikat dalam nukleus. Selain itu, DNA kurang terstruktur dalam prokariota daripada di eukariota: dalam prokariota, DNA adalah satu loop tunggal sedangkan dalam Eukariota DNA diatur dalam kromosom. Sebagian besar prokariota hanya terdiri dari sel tunggal (uniseluler) tetapi ada beberapa yang terbuat dari kumpulan sel (multiseluler).

Para ilmuwan telah membagi prokariota menjadi dua kelompok, Bakteri, dan Archaea. Beberapa bakteri, termasuk E Coli, Salmonella, dan Listeria, ditemukan dalam makanan dan dapat menyebabkan penyakit,  lainnya sebenarnya membantu pencernaan manusia dan fungsi lainnya. Archaea ditemukan sebagai bentuk kehidupan unik yang mampu hidup tanpa batas di lingkungan ekstrem seperti ventilasi hidrotermal atau es Arktik.

Sel prokariotik khas dapat berisi bagian-bagian berikut:

  • Dinding sel: selaput yang mengelilingi dan melindungi sel
  • Sitoplasma: semua bahan di dalam sel kecuali nukleus
  • Flagella dan pili: filamen berbasis protein yang ditemukan di luar beberapa sel prokariotik
  • Nukleoid: wilayah sel mirip inti sel tempat materi genetik disimpan
  • Plasmid: molekul kecil DNA yang dapat bereproduksi secara independen

Sel Eukariotik

Eukariota adalah organisme yang terdiri dari sel-sel yang memiliki nukleus yang terikat membran (yang menyimpan DNA dalam bentuk kromosom) serta organel yang terikat membran. Organisme eukariotik dapat berupa organisme multiseluler atau bersel tunggal. Semua hewan adalah eukariota. Eukariota lain termasuk tanaman, jamur, dan protista.

Sel eukariotik khas dikelilingi oleh membran plasma dan mengandung banyak struktur dan organel yang berbeda dengan berbagai fungsi. Contohnya termasuk kromosom (struktur asam nukleat dan protein yang membawa informasi genetik dalam bentuk gen), dan mitokondria (sering digambarkan sebagai “pembangkit tenaga sel”).

baca juga : Pengertian Sitokinesis / Cytokinesis